Kecendekiaan Sertifikat Tanah Elektronik Ditunda, Ini Catatan Pentingnya

kebijakan-sertifikat-tanah-elektronik-ditunda-ini-catatan-pentingnya-1
0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

Jakarta, Selular. ID – Polemik soal kebijakan brevet tanah elektronik oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) secara resmi ditunda, dan diminata meminta supaya kebijakan tersebut untuk dievaluasi kembali secara lebih mendalam.

Memang tak mudah dalam penerapan sertifikat elektronik ini, pasalnya berbagai persoalan yang ada di bidang pertanahan yang kompleks penuh akan konfilik, menjadi bertambah berkali lipat jika ranah digital dikaitkan, ke ruang siber yang tak dipungkiri juga memiliki urusan yang berbeda.

Baca juga:   Indef: Langkah Tepat KPPU Denda Gojek Rp3, 3 miliar

Wakil Kepala Komisi II DPR RI Junimart Girsang meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) untuk mempertimbangkan balik keputusan tentang penerapan surat tanah elektronik. Junimart mempersoalkan, apakah pemerintah sudah merancang mengenai infrastruktur, SDM, dan juga jaminan keamanan lantaran sertifikat tanah elektronik itu.

“Kementerian ATR/BPN jangan terlalu emosional untuk menjalankan sertifikat tanah elektronik ini. Perlu dipikirkan dengan jalan apa infrastruktur, SDM, dan selalu anggarannya. Menyiapkan teknologi tersebut tidaklah gampang, ” perkataan Junimart.

Negeri juga harus menjamin kesejahteraan dan kerahasiaan dalam pelaksanaan program sertifikat tanah elektronik, terlebih saat ini masih banyak kejahatan siber dengan belum terkendali secara ideal.

Baca juga:   KPPU: Kendala PP Postelsiar ‘Jaga’ Persaingan Usaha yang Sehat

Kemudian kebijakan digitalisasi pertanahan yang dicanangkan oleh pemerintah perlu juga didukung secara jumlah dan kompetensi sumber daya manusia. Selain tersebut, perlu pengembangan teknologi fakta yang memadai yang dimiliki Kantor BPN di wilayah, yang tak dipungkiri bakal memerlukan anggaran yang lulus besar.

Merespon hal itu Onno W Purbo Pakar Teknologi Informatika (TI) kepada tim Selular menjelaskan ada empat pokok yang musti dipegang sebelum implementasi sertifikat tanah elektronik itu diterapkan, yaitu PPTP yang terdiri dari people (Manusia yang pintar), jalan artinya prosedur dan tata kelolanya, teknologi, dan physics (Fisik bendanya, Cloudnya, Servernya dan lain sebagainya).

Baca juga:   PP Postelsiar Lemah Jegal OTT Asing    

“Semua itu harus meelalui siklus cara security, seperti PDCA yaitu plan, perencanaan yang sampai dari segala sisi, implementasi, Check (pentest, vulnerability analysis) dan Act artinya siap-siap bereaksi dengan cepat jika ada masalah didepan, ” terangnya.

“Pertanyaan saya terhadap penerapan surat tanah elektonik ini, apakah PPTP dan PDCA itu sudah faham atau belum? Lalu apakah telah dijalankan dengan baik kah. Berserakan bagaimana dengan people-nya yang mumpuni, jadi bukan sekedar teori aja? Kemudian apakah sudah ada proses dengan baik, artinya tahan kepada tempering dan lain sebagainya. jujur sebenarnya PPTP & PDCA untuk urusan sertifikat tanah saya tidak pendidikan seperti apa, karena tak pernah dapat, ” tutupnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
AR-160219458 Previous post Tips Menghasilkan Uang Beserta Jutaan Besar Dan Lotto Max Dan Never Look Back
online-slots Next post Slot Online – Menangkan jackpot Besar & Manfaat Lainnya