Peraturan IMEI Membuat Ponsel Gelap di Indonesia Turun Tajam?

aturan-imei-membuat-ponsel-ilegal-di-indonesia-turun-drastis-1
0 0
Read Time:3 Minute, 9 Second

Jakarta, Selular. ID – Sistem Central Equipment Identity Register (CEIR), dan EIR telah selesai dikerjakan proses stabilisasi, sistem serta pelaksanaan pengendalian, International Mobile Equipment Identity (IMEI) Nasional, resmi beroperasi sepenuhnya pada 15 September 2020 tarikh lalu.

Serta seluruh perangkat handphone, jinjing dan tablet (HKT) dengan IMEI -nya tidak tercatat di dalam sistem CEIR, tidak akan mendapatkan servis jaringan perangkat telekomunikasi bekerja seluler. Dalam aturan tersebut pedagang offline maupun online bertanggung jawab terhadap HKT yang diperdagangkan.

Dan setelah itu diberlakukan, apakah peraturan itu bisa meredam peredaran posel black market (BM)? Dan apakah aturan itu mampu menyusun pedagang tak lagi menjajakan produk BM?

Sejumlah pedagang ITC Roxy Mas Jakarta Pusat mengutarakan bahawa sejauh ini keberadaan ponsel BM sudah sangat berkurang. Bahkan semua smartphone saat ini telah didukung dengan garansi resmi.

Menurut Simon, Pemilik Chans Celullar, ITC Roxy Mas Jakarta Pusat, semenjak berlakunya aturan IMEI pedagang mengikuti, menurutnya semua pedagang sudah mengetahui aturan tersebut sejak lama. Artinya, pra tanggal yang ditentukan melanda aturan IMEI, produk dengan dijual dipastikan IMEI-nya terdaftar.

“Semua pedagang sudah paham, informasinya sudah lama banget ya, pemasok juga tidak ingin jolok resiko, karena ponsel tidak bisa digunakan, yang beta ketahui seperti itu ya” ujar Simon, ” pada Selular.

Anita, Pemilik Prima Cell ITC Roxy Mas Jakarta Tengah pun membenarkan, menurutnya saat ini pembeli pun telah tidak pernah mengecek ataupun memeriksa IMEI smartphone yang dibelinya.

“Waktu awal-awal diberlakukan setiap keadaan pembeli pasti menanyakan cetakan IMEI, namun kini sudah tidak ada lagi, ”kata Anita.

Dan hasil survei firma riset pasar IDC Indonesia pula menunjukkan hasil yang pasti terkait aturan IMEI, disebut-sebut mampu meminimalisir peredaran smartphone illegal, BM di pasaran. Risky Febrian, Market Analyst, IDC Indonesia menuturkan regulasi IMEI yang berlaku efektif sejak tahun lalu mampu berperan besar untuk perbaikan pasar ponsel pintar tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

IDC Nusantara memperkirakan pasar ponsel berpendidikan di Indonesia akan tumbuh sekitar 20% tahun ini. Riset IDC Indonesia membuktikan pada kuartal keempat 2020 terdapat pertumbuhan tahunan sebesar 1%cmeskipun pasar ponsel berpendidikan sempat tertekan karena pandemi Covid-19 sepanjang tahun berserakan. Data IDC, pengiriman hp di Indonesia mencapai 11, 7 juta unit dalam kuartal terakhir tahun berantakan.

“Pasar ponsel Indonesia sempat turun tajam pada enam bulan prima 2020, sebanyak minus 18%, karena karantina wilayah. Perbaikan di sektor ini berlangsung cepat, semester kedua terdapat pertumbungan 19% secara year-on-year, ”tutur Risky.

Pemulihan pasar ponsel akil disebabkan kebutuhan menggunakan hp untuk mendukung berbagai aktvititas yang harus dilakukan sejak rumah.
Daya kulak masyakarat yang lebih rendah mendorong pertumbuhan ponsel segmen pemula, berkisar di nilai 100 hingga 200 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1, 4 juta mematok Rp2, 9 juta).

Xiaomi menurut IDC mendapatkan dampak positif daripada regulasi IMEI. Merk tersebut memperluas pangsa pasar di segmen menengah melalui Redmi Note 9 Pro & sub-merk Poco. Xiaomi menduduki peringkat ketiga dengan pangsa pasar 15, 3%,

Realme menduduki posisi keempat, pangsa pasarnya sebesar 14 persen. IDC memperhitungkan pertumbuhan Realme di pada setiap kuartal tergolong sehat walaupun pun sempat terkendala sediaan.

Baca Pula: IDC: Apple dan Xiaomi Pimpin Pasar Wearable Device

Samsung beruang di posisi kelima, dengan pangsa pasar 13, 5%. Mereka memperkuat posisi itu di segmen ua low-end, yaitu di bawah 100 dolar AS, dan pemula melalui seri A.
Segmen ua low-end serta pemula Samsung menyumbang dua pertiga dari total transmisi merk tersebut pada 2020 lalu. IDC juga tahu Samsung kesulitan bersaing dalam kategori menengah.

Sementara IDC mencatat pangsa pasar ponsel terbesar pada Indonesia pada kuartal keempat 2020 dikuasai oleh Vivo sebesar 23, 3%. Merk ini berjaya di bagian ponsel murah dengan garis seri Y.

Di posisi kedua, cuma terpaut tipis, diduduki Oppo dengan pangsa pasar 23, 2%. IDC Indonesia melihat Oppo kuat di bagian menengah, 200-400 dolar GANDAR atau sekitar Rp dua, 9 juta hingga Rp 5, 8 juta, meniti seri A dan Reno.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Gambling-Addiction-1 Previous post Pelajari Strategi Lotere serta Tip Online
d82050212d087a6d13b2c374ae192b0b Next post Jenis Taruhan