Qualcomm Ajukan Keberatan terkait Nvidia Akuisisi ARM

0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Jakarta, Selular. ID – Pada September tahun lalu, Nvidia mewujudkan langkah besar di dunia teknologi dengan secara resmi mengkonfirmasi rumor lama tentang rencana akuisisi ARM Ltd. Saat itu, CEO Nvidia Jensen Huang sendiri mengirimkan tulisan terbuka, menyusun rencana besar untuk pengembangan dan upaya bersama kurun kedua entitas, terutama difokuskan di AI.

Namun, tak butuh waktu lama, banyak pihak berpendapat, hal itu harus diselidiki dan disetujui secara menyeluruh oleh banyak badan pengatur internasional, yang terutama ditugaskan untuk menentukan apakah undang-undang tersebut tidak melanggar peraturan anti-persaingan dan monopoli.

Para pemain teknologi besar sejak itu mulai bergabung dalam diskusi besar-besaran dan proses yang lama. Qualcomm sekarang ada di antara mereka.

Titan chip seluler itu telah mengajukan kekhawatiran resmi ke Komisi Perdagangan Federal (FTC), Komisi Eropa (EC), Otoritas Pasar dan Persaingan Inggris, serta Administrasi Pengatur Pasar Negara China.

Kekhawatiran utama pada benak Qualcomm dan sebagian tinggi perusahaan lain adalah, apakah tersebut bisa mengganggu model bisnis dengan digunakan ARM Ltd. untuk dengan terbuka melisensikan arsitektur ARM kepada lebih dari 500 perusahaan yang menggunakannya untuk membuat chip mereka sendiri.

Berdasarkan kaum perkiraan, arsitektur ARM saat tersebut digunakan di sekitar 95% smartphone dunia dan 95% chip dengan dirancang di China.

Qualcomm secara tegas menyatakan mereka percaya satu-satunya cara Nvidia mampu sepenuhnya memanfaatkan kesepakatan itu ialah dengan meminta mereka menghentikan teknologi ARM.

Qualcomm tak sendirian. Huawei secara khusus mendesak Beijing untuk memblokir kesepakatan itu karena kekhawatiran akuisisi ARM bisa digunakan sebagai alat pendorong yang kuat dalam ketegangan ekonomi serta politik AS/China yang sedang berlangsung, setelah jatuh ke tangan US Nvidia Corporation.

Nvidia pun mencoba meredakan kekhawatiran sebaik mungkin. Bersama dengan ARM Ltd. dan pemiliknya saat ini Soft Bank, berjanji perusahaan ARM akan tetap berkantor pusat di Cambridge Inggris dan semua pihak akan berinvestasi besar-besaran untuk masa aliran bisnis perizinan. Mengutip juru bicara Nvidia:

Zaman kami melanjutkan proses peninjauan, saya yakin regulator dan pelanggan bakal melihat manfaat dari rencana kami untuk melanjutkan model lisensi terkuak ARM dan memastikan hubungan kolaboratif yang transparan dengan pemegang sertifikat Arm. Visi kami untuk Arm akan membantu semua pemegang lisensi Arm mengembangkan bisnis mereka serta berekspansi ke pasar baru.

Nvidia jelas tetap optimis, tetapi banyak pakar serta investor telah menyatakan pendapat mereka kesepakatan itu sangat mungkin diblokir oleh satu atau lebih regulator.   Badan pengawas FTC dilaporkan telah meminta SoftBank, Nvidia & ARM untuk memberikan informasi tambahan seputar kesepakatan tersebut. Apa biar hasil akhirnya, penyelidikannya sendiri bakal sangat sulit dan berlarut-larut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Selama Februari, JD. id Gelar Promo Khusus
Next post Win Online Lottery Prizes