LinkAja dan BUMN Dorong Akselerasi Pembayaran Digital di Era New Lazim

LinkAja dan BUMN Dorong Akselerasi Pembayaran Digital di Era New Lazim
Read Time:4 Minute, 36 Second

Senin, 20 Juli 2020 • 21: 12

LinkAja

Merayakan ulang tarikh pertamanya, LinkAja menggelar diskusi media bertajuk ‘Sinergi BUMN: Akselerasi Pembalasan Digital dalam Ekonomi Adaptasi Kebiasaan Baru’. Dalam situasi pandemi COVID-19 menuju adaptasi kebiasaan baru tersebut, masyarakat didorong untuk beralih memakai transaksi digital. Selain lebih tenteram karena transaksi yang dilakukan minim kontak dan dapat meminimalisir penyaluran virus, transaksi elektronik pun mampu menunjang produktivitas masyarakat dalam berkegiatan di tengah pembatasan aktivitas.

Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, S. E., M. A., Staf Khusus II (Chief Economist) Kementerian BUMN mengungkapkan, “Digitalisasi di sinergi BUMN merupakan faktor utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi negeri serta menjadi lokomotif penggerak masyarakat secara luas untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru. ”

Sejalan dengan tumbuhnya less contact economy ini, akselerasi pembayaran digital yang terkoneksi lintas sektor pula diharapkan dapat semakin mendorong para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk kembali bangkit menggerakan perekonomian Indonesia.

Edward Kilian Suwignyo, Direktur Marketing LinkAja mengatakan, “Bersinergi dengan BUMN lainnya, kami berkomitmen menciptakan ekosistem holistik melalui akselerasi pembayaran digital agar masyarakat bisa tetap produktif dengan terus mendahulukan keamanan. ”

Pengembangan akselerasi digital pun tidak hanya dilakukan oleh LinkAja, Pertamina dan KCI melakukan hal semacam terhadap layanan mereka. Mas’ud Khamid, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga mengatakan, “Pertamina berkomitmen untuk dapat melakukan digitalisasi di seluruh SPBU, terlebih kami melihat transaksi digital melalui My Pertamina maupun LinkAja terus meningkat. Kami harap pada akhir Juli digitalisasi dapat dinikmati di seluruh SPBU Pertamina jadi digital society segera bisa terbentuk. ”

Hal tersebut pun diamini oleh Karina Amanda, VP Komersial Kereta Commuter Nusantara yang mengatakan bahwa transaksi digital pembelian tiket terus meningkat semenjak diperkenalkan pada 2013. Penggunaan LinkAja sebagai uang elektronik berbasis peladen yang digunakan dalam sistem pembalasan tiket KCI pun meningkat sejumlah 10% – 13% sebelum pandemi COVID-19. Untuk itu, dalam bertemu era Adaptasi Kebiasaan Baru awak terus mengusahakan agar semakin banyak stasiun yang menerapkan pembayaran istimewa uang elektronik. ”

Mempercepat peningkatan transaksi digital tidak bisa dilepaskan dari teknologi koneksi yang merata. Menyadari hal ini, Andi Kristianto, CEO Telkomsel Mitra Inovasi mengatakan, “Adanya peningkatan penerapan internet akibat pandemi, membuat ana dituntut untuk dapat mempersiapkan infrastruktur layanan telekomunikasi dengan lebih bagus. Selain bekerjasama dengan Kementerian Hubungan dan Informatika melalui program Setia untuk penyediaan akses layanan telekomunikasi di daerah tertinggal, kami selalu tetap berkomitmen memperluas jangkauan jaringan 4G termasuk berbagai persiapan menuju    layanan 5G untuk sanggup menjawab tantangan telekomunikasi di Nusantara saat ini dan masa yang akan datang. ”

Dalam satu tahun perjalanannya, LinkAja telah mengembangkan ekosistem mulai dibanding produk telekomunikasi, pembayaran tagihan & pembelian kebutuhan rumah tangga, pembayaran cashless merchant, transportasi, SPBU, pengembangan layanan perbankan, asuransi, hingga uang elektronik syariah melalui Layanan Syariah LinkAja. LinkAja pun turut mengangkat Pemerintah untuk mengembangkan distribusi bantuan sosial menggunakan biometrik wajah. Berkolaborasi dengan Himpunan Bank Milik Negeri (Himbara) dan beberapa Kementerian, LinkAja tengah mengembangkan teknologi biometrik wajah yang dapat memastikan penyaluran bantuan sosial diterima oleh penerima bantuan secara langsung. Penggunaan teknologi ini akan meminimalisir pemberian bantuan baik ganda karena akan terlacak secara sistematis dan terdata secara otomatis.

UMKM yang memiliki kontribusi besar pada pendapatan negeri memang merupakan salah satu pihak yang paling terdampak dengan adanya pandemi COVID-19 ini. Oleh sebab itu, penting sekali bagi itu untuk dapat bertransformasi dengan memaksimalkan teknologi digital untuk peningkatan usaha. Fokus  membantu pelaku UMKM untuk dapat memaksimalkan teknologi digital, LinkAja melakukan banyak kerja sama dengan berbagai lintas sektor untuk dapat memberdayakan pelaku UMKM dalam bertemu adaptasi kebiasaan baru. Hingga Juni 2020 LinkAja juga telah mendigitalisasi pembayaran di 481 pasar tradisional seluruh Indonesia, bekerja sama dengan 234. 000 merchant lokal dan menyediakan lebih dari 1 juta akses cash in kepada kelompok, baik berupa bank channel, baru retail, hingga layanan keuangan digital.

Himbara pun turut memastikan pelaku UMKM dapat mengarahkan bisnisnya di tengah keterbatasan kelanjutan pandemi Covid-19. Handayani, Direktur Konsumer BRI mengatakan, “BRI melakukan beragam langkah untuk dapat memberdayakan UMKM agar mereka tetap bisa bertahan menjalankan usaha di tengah pandemi. Selain restrukturisasi kredit, kami serupa melakukan pendampingan terhadap UMKM yang berpotensi tumbuh di tengah pandemi seperti industri obat-obatan, pertanian, serta makanan. Bersama LinkAja kami mengedukasi para UMKM agar bisa meresap ke dalam satu ekosistem tinggi melalui pembayaran digital.

Sejalan untuk mendukung kemajuan UMKM di Indonesia, Y. B Hariantono, Direktur Teknologi Informasi & Operasi BNI mengungkapkan, “Sinergi dengan LinkAja sangat penting dilakukan buat mendukung  peningkatan inklusi keuangan  serta sejalan dengan bentuk dukungan kepada pertumbuhan UMKM di Indonesia. Banyak sinergi BNI dengan LinkAja  secara memanfaatkan ekosistem yang dimiliki BNI, diantaranya dengan melakukan akselerasi pembalasan digital pada Agen46 (branchless banking BNI). ”

Hal senada pun diungkapkan oleh Sunarto, Senior Vice President of Digital Banking Product Group, Bank Sendiri yang mengatakan, “Kami melakukan sinergi dengan LinkAja dan juga e-commerce agar dapat memfasilitasi pelaku UMKM untuk memiliki akses finansial dengan mempertimbangkan data transaksi keuangan itu sebagai salah satu faktor penentu dalam pemberian kredit. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan mulai banyak UMKM yang dapat memiliki akses terhadap layanan keuangan yang dapat membakar pertumbuhan bisnis mereka. ”

Pada akhirnya, pemulihan ekonomi merupakan tanggung jawab bersama. Adanya sinergi yang tepat diharapkan semakin menjamur masyarakat yang optimis bahwa era depan mereka akan membaik. “Pemulihan ekonomi nasional di masa adaptasi kebiasaan baru merupakan sebuah tantangan dan juga peluang yang betul besar. Dibutuhkan kerja nyata serta kerja sama lintas sektor untuk dapat menyentuh seluruh lapisan asosiasi. LinkAja sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari sinergi BUMN tersebut.   Kami optimistis dengan pengembangan layanan keuangan digital masyarakat dapat kembali produktif dan LinkAja mampu berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi negara, ” tutup Edward Kilian Suwignyo.

0 0
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleppy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %