[Infografis] Risiko COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari Menurut Ahli

#@@#@!![Infografis] Risiko COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari Menurut Ahli
Read Time:4 Minute, 20 Second

Jum’at, 19 Juni 2020 • 09: 09

Akhir pandemi Covid-19 belum menemui titik terang dan masih sebatas menjadi prediksi. Menurut Spesialis Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, vaksin Covid-19 diperkirakan baru akan tersedia dalam Indonesia dalam waktu satu separuh tahun. Itu pun baru taksiran kasar.  

Jika pemisahan kegiatan masyarakat dipertahankan berlangsung sepanjang waktu tersebut, maka kerugian ekonomi yang dialami masyarakat Indonesia hampir dapat dipastikan akan semakin mulia.  

Oleh sebab itu, pemerintah tengah menggodok kebijaksanaan New Normal atau tatanan kesibukan baru di tengah pandemi Covid-19, selama belum ditemukannya vaksin arah virus ini. Tujuannya tentu untuk memutar kembali roda perekonomian dengan tersendat karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun kebijaksanaan pembatasan pergerakan masyarakat lainnya.

Namun, sebesar apakah risiko terjangkit COVID-19 dalam kesibukan sehari-hari?

Guna menganjurkan edukasi ke masyarakat seputar kegiatan di era New Normal, Lifepal. co. id yang berkolaborasi secara Pakar Epidemiologi FKM UI Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, Msc. membuat daftar aktivitas yang ijmal dilakukan masyarakat sehari-hari dilengkapi dengan potensi tingkat risiko terpapar Covid-19 dari aktivitas tersebut.  

Mereka menetapkan empat lapisan risiko yaitu “rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. ” 

Faktor yang menentukan apakah sebuah aktivitas masuk ke salah satu kategori penularan dalam atas adalah:

  • Kontak dengan orang lain, yang artinya seberapa intensif potensi kontak fisik yang terjadi antara mulia orang dengan orang lain dalam aktivitas ini
  • Renggang fisik antara satu orang secara orang lain, yakni seberapa dekat jarak seseorang dengan orang lain ketika melakukan suatu aktivitas 
  • Hubungan antara aktivitas sehari-hari dengan penularan virus Covid-19, dengan jalan apa sebuah aktivitas memiliki keterkaitan mulia dengan penyebaran penyakit
  • Ketaatan dalam mematuhi protokol kesehatan, yakni ketaatan dalam menerapkan kegiatan pencegahan seperti mengenakan masker secara baik, mencuci tangan sebelum mengenai wajah, dan atau melakukan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter dari orang lain.

Berikut adalah jadwal aktivitas sehari-hari yang umum dilakukan serta level risiko yang dibuat berdasarkan parameter di atas.

Aktivitas di dunia kediaman dan kegiatan umum sehari-hari

Ini merupakan kategori aktivitas sehari-hari yang dilakukan masyarakat pada umumnya. Aktivitas itu mencakup kegiatan di rumah, menelaah di sekolah, bekerja, hingga memakai fasilitas publik dan menjalani kegiatan keagamaan.

Anda dapat melihat pula seberapa tinggi level risiko penularan Covid-19 dari per aktivitas. Sebagai contoh, pada pokok pertama, apabila alamat tinggal Kamu di daerah yang menjadi kawasan merah, maka risiko tertular Covid-19 akan “sangat tinggi” apabila Kamu tidak taat pada protokol kesehatan tubuh. Namun, jika taat, maka efek tersebut dapat ditekan sedemikian rupa meskipun hanya sampai pada golongan “tinggi” saja.  

Aktivitas transportasi

Kategori ini mencakup aktivitas penggunaan fasilitas transportasi berangkat dari transportasi pribadi, umum, maka online. Infografis di bawah tersebut dapat menjadi panduan bagi klub yang ingin bepergian dengan transportasi massal seperti pesawat dan kereta api, sampai angkutan umum, mobil pribadi, hingga ojek online.

Aktivitas konsumsi

Infografis di bawah ini berisikan panduan untuk masyarakat yang mau melakukan aktivitas yang berkaitan secara kegiatan belanja barang, makanan, mematok hal-hal menyangkut pemanfaatan layanan sempurna jual suatu produk yang telah dibeli.

Aktivitas kesehatan, kebugaran, dan rekreasi

Berikut adalah infografis yang dapat dijadikan panduan bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas-aktivitas seperti gerak, pergi ke tempat hiburan, dan melakukan konsultasi kecantikan maupun kesehatan.

Apa syarat yang kudu dipenuhi untuk memasuki masa New Normal?

Perlu diketahui bahwa World Health Organization (WHO) telah mensyaratkan enam patokan untuk dipatuhi negara-negara yang ingin melonggarkan pembatasan pergerakan masyarakat. Untuk di Indonesia, dalam hal itu pembatasan yang dimaksud adalah PSBB.  

  • Prima, penularan Covid-19 harus terkontrol. Yang dimaksud dalam terkontrol adalah, apabila ada kasus baru yang hidup, jumlahnya harus stabil dalam satu atau dua pekan.  
  • Kedua, adanya sistem kesehatan yang memiliki kapasitas untuk membaca, melakukan tes, mengisolasi, dan menyelenggarakan seluruh kasus yang ada, beserta melacak orang yang melakukan kontak dengan pasien positif. Artinya, mereka yang positif Covid-19 harus diisolasi, sementara yang pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG) harus dapat dikarantina demi menghalangi penyebaran lebih lanjut.
  • Ketiga, risiko akan terjadinya outbreak atau letupan kasus baru, mampu diminimalisir dengan baik.
  • Keempat, sudah ada langkah-langkah melindungi atas pandemi ini yang dilakukan di berbagai tempat publik.
  • Kelima, kasus impor (imported case) alias kasus yang bermula dari luar wilayah tersebut dapat dideteksi.
  • Keenam, atau terakhir, seluruh lapisan masyarakat telah teredukasi dan siap menyesuaikan diri dengan fase New Normal itu.  

Dr. Tri Yunis Miko Wahyono memperhitungkan bahwa, seluruh lapisan masyarakat kudu mendukung kebijakan ini dan siap beradaptasi pada perubahan mendadak.

“Justru masyarakat harus betul-betul mendukung, ada penyuluhan besar-besaran.

Karena apabila sewaktu-waktu New Normal dicabut karena ada outbreak, masyarakat harus siap, ” perkataan Miko.    

Pentingnya mematuhi protokol kesehatan 

Dari infografis di atas, kita dapat melihat bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan tubuh dapat menurunkan tingkat risiko terpapar Covid-19, meskipun tidak menghilangkan persis sekali risiko tersebut. Oleh sebab itu, amat disarankan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Beberapa protokol kesehatan yang sedang harus diikuti memasuki masa New Normal adalah selalu mengenakan masker saat beraktivitas, memperbanyak frekuensi membersihkan tangan dengan sabun maupun hand sanitizer, menerapkan social distancing pedengan menjaga jarak ketika berinteraksi secara orang lain, serta menghindari kelompok orang.

Cek info Keluaran SGP

0 0
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleppy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %